Desa Batu Belah Timur terletak di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep yang memiliki luas administrasi 326,22 ha, yang terdiri dari 3 dusun yaitu dusun Girgunung, Dusun Tengah dan Dusun Laok.



Adapun pola pembangunan lahan di desa Batu Belah Timur sendiri lebih didominasi oleh kegiatan pertanian dan perkebunan. Desa Batu Belah Timur termasuk daerah dataran tinggi serta memiliki keadaan tanah yang kering dan beriklim tropis sehingga di desa Batu Belah Timur juga sering sulit mendapatkan air, hal ini diakibatkan oleh minimnya sumber mata air yang ada dibawah tanah sehingga air tidak mengair deras untuk mengairi seluruh masyarakat desa Batu Belah Timur. Sehingga masyarakat desa Batu Belah Timur kesulitan untuk memproduksi atau menanam padi, meskipun masih beberapa masyarakat desa Batu Belah Timur menanam padi namun masih memanfaatkan air hujan untuk mengairi padinya tersebut atau memanfaatkan aliran kali yang mengalir pada beberapa desa di Batu Belah Timur.

Pengolahan lahan di desa Batu Belah Timur  terdiri dari lahan untuk persawahan, lahan untuk perkebunan, pemukiman penduduk dan lahan kosong. Karena sebagian besar masyarakat desa Batu Belah Timur adalah sebagai petani, lahan yang paling luas adalah untuk pertanian atau perkebunan. Area perkebunan ditanami berbagai jenis tanaman Cabai, Terong dan Timun. Lahan untuk persawahan juga termasuk lahan yang paling luas kedua setelah area perkebunan. Perkebunan desa Batu Belah Timur berupa perkebunan Buah Jambu Mente, kelapa sawit yang dapat ditemui sepanjang jalan. Ada juga lahan kosong yang tidak dimanfaatkn untuk pertanian atau perkebunan, namun digunakan untuk melepskan hewan ternak warga seperti sapi dan kambing agar bisa makan rumput-rumput dilahan kosong tersebut.





Desa Batu Belah Timur adalah desa yang terletak di salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Sumenep yaitu Kecamatan Dasuk. Desa Batu Belah Timur ini terdiri dari 3 (Tiga) Dusun di antaranya : Dusun Girgunung (Pinggir Gunung), Dusun Tengah, dan Dusun Laok (Turun Malam). Dengan 7 RW,, 14 RT, dan 53 Dasa Wisma. Dengan jumlah penduduk 1.601 jiwa, terdiri dari 765 Jiwa laki-laki dan 836 Jiwa perempuan.
Konon di sumenep terdapat banyak pertapa  yang salah satunya adalah raja sumenep  yaitu Joko Tole. Asal mula terbentuknya desa batu belah timur ini sendiri berawal dari sejarah dengan adanya batu  besar yang terletak di dusun laok (Turun malam) yang mulanya batu besar ini di percaya dapat berbicara dan saat itu pula hal ini terdengar kepada raja sumenep  yaitu Joko Tole. Beliau melakukan ziarah ke Batu tersebut dengan konsultasi secara gaib dan rupanya dalam konsultasi tersebut terjadi kesalah pahaman,  Yang mana penghuni batu besar tersebut berada di luar syari’at islam. Salah satu hal yang diluar syar’at islam yaitu mengajak orang-orang yang berada di sekitar nya  untuk melakukan ke-syirik-an. Sehingga saat permasalahan itu, muncullah sebuah amarah yang tidak dapat di selesaikan secara baik. Disaat itu terjadilah  dan muncul sifat benci dan dendam sehingga terjadi perpecahan dan pembelahan terhadap Batu besar tersebut yang dilakukan dengan menggunakan  cemuti  atau dalam bahasa Madura di sebut “Pechot”, Batu besar tersebut di pukul  lalu terbelah menjadi 2 bagian.
Yang dengan terpecahnya batu tersebut kearah Barat dan kearah timur, maka terbentuklah Desa dengan nama Batu Belah Timur dan desa Batu Belah Barat. Dan Batu yang telah terbelah menurut cerita saat ini , masih utuh dan di percaya batu tersebut menyimpan kisah mistis tersendiri.
Dusun-Dusun yang berada di desa batu belah timur ini memiliki sejarah asal usul nama dusun yaitu sebagai Berikut:
1    1.    Dusun Laok
Dusun laok  atau Toron malem adalah dusun yang berada di selatan . yang posisinya menurut bahasa madura selatan adalah laok. Dimana nama dusun ini di sebut dusun laok
2    2.   Dusun Girgunung
Adalah dusun yang  terletak di  perbatasan desa  yaitu di pinggir gunung atau di kenal oleh warga desa batu belah timur dengan sebutan duun girgunung.
3     3.  Dusun Tengah
Dusun ini berada di anatara dusun Laok dan dusun Girgunung yakni berada di tengah-tengah.

BATU BELAH TIMUR



Dapat diketahui bahwa disetiap daerah atau desa memiliki latar belakang yang menjadi karakter serta ciri khas yang ada pada daerah tersebut. Adapun sejarah desa ataupun daerah sendiri sering kali tertuang dari cerita terdahulu dari nenek moyang yang terjaga hingga saat ini yang mana masih sulit diartikan dan dibuktikan dengan fakta yang ada. Cerita tersebut seringkali dapat dikaitkan dengan mitos dari tempat-tempat tertentu yang masih dianggap keramat seperti halnya desa Batu Belah Timur yang juga memiliki cerita dan mitos yang sangat kental di dalamnya yang menjadi identitas dari desa Batu Belah Timur itu sendiri.

Batu Belah Timur, Sumenep


Pada tanggal 01 Agustus 2018, mahasiswa kelompok 14 Universitas Trunojoyo Madura mulai mengadakan acara pelatihan pembuatan selai buah jambu mente ini kepada masyarakat setempat. Acara ini berlangsung pada pukul 10.00-selesai di Balai desa Batu Belah Timur. 



Acara pelatihan ini di ikuti oleh ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat Batu belah timur yang sangat penasaran dengan cara pengolahan buah jambu mente  menjadi Selai buah jambu mente. Demo pembuatan selai buah jambu mente ini di pandu langsung oleh Henni Natalia dari JurusanTeknologi Industri Pertanian selaku penannggung jawab dalam pembuatan Selai Buah Jambu mente. Di kesempatan inipun, peserta pelatihan di perbolehkan untuk langsung mempraktikkan bagaimana mengolah Jambu mente menjadi sebuah selai yang mudah dan praktis yang bisa di buat oleh masing-masing warga  yang berada di desa batu belah timur.



Di waktu yang bersamaan, Rizal Arianto selaku penanggung Jawab sekaligus Mahasiswa kelompok KKN 14  mencoba untuk mengolah mente menjadi Produk lain berupa Susu sari mente. Peserta yang mengikkuti pelatihan ini pun sangat antusias dengan penemuan produk olahan dari buah jambu mente dan olahan dari Mente itu sendiri. Dalam kegiatan ini pun masyarakat memberikan respon positive terhadap apa yang telah mereka pelajari dari mahasiswa KKN. Disini, mahasiswa berharap bahwa dengan adanya pelatihan ini, dengan pengetahuan yang diberikan kepada warga desa Batu Belah Timur, dapat meningkatkan pemahaman mereka bahwa potensi yang mereka miliki bisa di kembangkan dengan produk olahan baru, inovasi terbaru.



Batu Belah Timur, Sumenep



Desa Batu Belah Timur adalah desa yang terletak di salah satu Kecamatan Dasuk yang berada di Kabupaten Sumenep. Desa batu belah timur pun penghasil buah Jambu mente terbaik yang ada di kecamatan Dasuk. Walaupun desa Batu belah timur ini dikenal dengan hasil terbaik buah jambu mentenya, masyarakat yang berada di desa batu belah timur ini kurang memahami bagaimana mengolah buah  jambu mente ini menjadi bahan olahan baru atau tidak memiliki pengetahuan bagaimana mengolahnya menjadi bahan inovasi baru.


Solusi atas keadaan ini ialah dengan membangun atau mengadakan pelatihan  terhadap warga setempat yang berada di desa Batu Belah Timur Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga dalam mengembangkan produk ataupun potensi desa yang selama ini belum tersentuh. Upaya untuk melaksanakan kegiatan ini adalah merangsang masyarakat  Batu Belah Timur untuk memahami dan mengerti bahwa buah jambu mente ini bisa lebih diolah dari sekedar dijual bahan mentahan saja akan tetapi lebih dari itu. Pada tanggal 30 Juli 2018 Kelompok 14 KKN tematik Universitas Trunojoyo Madura menghadiri acara “Rapat Konsultasi” Tim Penggerak PKK desa se-Kec. Dasuk. 

Acara ini di hadiri oleh 15 desa yang berada di kecamatan Dasuk, yang mana mahasiswa Kelompok KKN 14 di beri kesempatan untuk memberikan sambutan, masukan dan saran terhadap ibu-ibu PKK yang berada di Kecamatan Dasuk. Di kesempatan tersebut mahasiswa kelompok 14 mulai mengenalkan  inovasi terbaru dari buah jambu  mente ini. Yang mana, produk yang dikenalkan oleh Kelompok KKN 14 adalah Selai Jambu Mente. Masyarakat mulai antusias dengan ilmu dan pengetahuan yang di dapat dari mahasiswa saat produk selai buah jambu mente ini pertama kali dilumcurkan pada acara Rapat Konsultasi TP PKK desa se-Kec Dasuk.
Batu Belah Timur, Sumenep



           Masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan lomba untuk memperingati Hari kemerdekaan Indonesia yang ke 73, Dari kalangan anak-anak hingga di kalangan dewasa dan ibu-ibu. Mereka menyambut acara ini dengan respon yang sangat positif. Dimana mereka sangat senang dengan terlaksanannya kegiatan Lomba yang di adakan oleh mahasiswa kelompok 14 KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura.
           Kegiatan ini di laksanakan  selama 3 hari.  Hari pertama lomba di laksanakan pada hari Jum’at tanggal 3 Agustus 2018 di Balai desa Batu Belah Timur.  Acara ceremonial di laksanakan sangat sederhana dengan pembukaan  yang di sambut oleh Ketua pelaksana dari Lomba Hari kemerdekaan  RI yaitu Bayu Puspita Adi lalu di lanjut oleh Bapak Zainal selaku Kepala Desa Batu Belah Timur sekaligus membuka Kegiatan Lomba yang akan di laksanakan selama 3 hari ke depan.
            Pada hari ke dua lomba yang bertepatan pada tanggal 04 Agustus 2018 yang di laksanakan setelah Sholat isya yaitu pada pukul 19.20 WIB di Halaman Balai Desa. Pada lomba hari kedua di ikuti oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang berada di desa batu belah timur.  Diantara lomba yang masuk kategori Dewasa yaitu Nyo’on Geddheng, Balap Karung dan Kempit Balon yang di lakukan secara Tim.



            Kegiatan ini sangat meriah karena di dukung oleh sifat antusias warga desa Batu Belah Timur akan adanya kegiatan Lomba ini untuk merayakan hari kemerdekaan RI yang ke-73.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) 14 UTM Pada hari senin 23 Juli 2018 menyempatkan waktunya untuk mengunjungi salah satu Home Industri Tahu di Dusun tengah Desa Batubelah Timur Kecamatan Dasuk,Sumenep. Diselala-sela kesibukan teman-teman mengabdi kepada Lembaga formal SD /MI, kelompok KKN 14 UTM juga tidak lupa untuk melihat dan mengetahui bagaimana Perindustrian di Desa Batubelah Timur. Home industri yang di kunjungi adalah milik dari Bapak Kama yaitu pengusaha tahu , adapun usaha tersebut sudah berlangsung kurang lebih 20 tahun.
Bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana yaitu menggunakan kedelai sebagai bahan utama pembuatan tahu, dimulai dari proses perendaman kurang lebih 2 jam , setelah itu di giling,dimasak 3 kali , disaring kemudian diambil ampasnya , ditambah cuka secukupnya (sesuai kebutuhan) , kemudian dicetak kepada wadah yang telah tersedia sehingga proses terakhir yaitu di iris. Dalam sehari Bapak Kama dengan 2 karyawannya bisa memproduksi sekitar 50 kotak , dimana dalam 1 kotaknya bisa menghasilkan 64 irisan. 
“Selama ini kami tidak mengalami kendala yang bararti kecuali bahan kedelai itu memang habis di jual dipasaran ,serta kondisi tubuh yang kurang sehat” tutur Bapak Kama di akhir wawancara. 
 

Copyright © 2018 KKN 14 TEMATIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Desa Batubelah Timur